Mendikbud Ingin Liburkan Anak Sekolah Di Hari Sabtu dan Minggu, Inilah Alasannya...

loading...
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memangkas aktivitas sekolah siswa SD dan SMP. Setiap Sabtu dan Minggu, Kemendikbud menetapkan tidak ada aktivitas di sekolah, waktunya berkumpul dengan keluarga bagi siswa SD dan SMP.

Hal ini dilakukan salah satunya untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan pariwisata domestik. Sebab, dengan hari libur Sabtu-Minggu orangtua murid dapat optimal meluangkan waktu bersama keluarga.

"Sabtu-Minggu karena tidak ada waktu sekolah akan jadi hari keluarga. Orangtua bisa mengajak anaknya untuk traveling di Indonesia yang sangat kaya tempat wisata ini," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam siaran persnya kepada merdeka.com, Senin (7/11).

Muhadjir berharap, waktu luang itu dapat dimanfaatkan oleh orangtua siswa. "Harapan saya kelas menengah di Jakarta misalnya yang selama ini bikin macet di Puncak itu bisa tamasya ke Ambon, Raja Ampat, Seram. Kita akan kerjasama dengan kementerian pariwisata sehingga jumlah wisatawan akan meningkat," ujarnya.

Peningkatan jumlah wisatawan domestik itu juga akan didorong oleh Kemendikbud dengan membuat kalender budaya. Kalender ini akan memberikan informasi event kebudayaan di seluruh Indonesia selama satu tahun.


"Dengan kembalinya Direktor Kebudayaan yang selama ini berada di bawah kementerian pariwisata justru saya ingin akan dapat bersinergi," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kemdikbud berencana akan memangkas aktivitas belajar siswa hingga hanya sampai hari Jumat. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pola pendidikan karakter yang akan diterapkan di sekolah sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo dalam Nawa Cita.

*rnd/merdeka
loading...

0 Response to " Mendikbud Ingin Liburkan Anak Sekolah Di Hari Sabtu dan Minggu, Inilah Alasannya... "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.