Guru SM-3T Dapat Beradaptasi di Pulau Terluar

Anambas - Guru program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan LPTK di Indonesia merupakan kerja nyata Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Peran Pahlawan Tanda Jasa dari Program SM3T juga sangat patut diacungi jempol dalam melaksanakan tugas, bahkan Daerah Terluar seperti Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) ini mereka Ikhlas ditempatkan. Padahal Sejumlah guru negeri yang ada di Anambas ramai-ramai pindah keluar daerah, dan ada juga yang tidak ingin ditempatkan dipulau, mereka memilih mengajar di Kota Tarempa, padahal guru negeri di tarempa sudah ramai.

Akhirnya Sekolah-sekolah negeri yang berada dipulau-pulau hanya diisi oleh guru-guru honor, dan guru SM3T sedangkan guru yang berstatus PNS hanya Kepala Sekolah, bahkan itupun disejumlah sekolah jarang datang untuk mengajar. Dapat dikatakan ini merupakan suatu ironi dunia pendidikan saat ini.

Tentunya ada cerita menarik dari Guru SM3T yang ditempatkan di Anambas salah satu contoh adalah Esti bersama rekannya Angga salah seorang Guru SM3T yang ditempat di SMUN I Siantan Timur. Ia sempat kaget ketika sampai ke salah satu kecamatan yang ada di KKA itu.

"Awalnya kaget bang karena tiba di Kota Tarempa hari sudah maghrib, apalagi saat itu posisinya hujan sehingga gelap. Apalagi setelah sampai di Kota Tarempa menggunakan fery, Esti tanpa Istirahat langsung dibawa ke Kecamatan Siantan Timur dengan menggunakan speed yang memakan waktu sekitat 1 Jam," tuturnya, Minggu (4/12).

Ilustrasi/Foto: anambaspos
Esti sendiri mengaku kalau kontraknya sebagai pengajar di SMUNI Siantan Timur hanya sampai Akhir Agustus, mengakui tak terpikir dirinya akan sampai ke Anambas, mengingat dirinya sangat buta akan Kabupaten termuda di Provinsi Kepri itu. Apalagi sebelumnya dirinya akan ditempatkan di wilayah Papua.

"Saya sebelumnya tau papua karena direncanakan akan ditempatkan disana, bahkan agar orang tuanya di lampung tahu dimana Anambas dirinya mesti mengirimkan peta," ujarnya.

Sebenarnya ungkap Esti, yang ditempatkan di Siantan Timur ada tiga orang namun yang bertugas di SMU Siantan Timur hanya dua orang, dari total 43 orang guru SM3T seangkatannya yang di tempatkan di Anambas.

Kendati Kaget namun Esti sangat mensyukuri hal itu, karena respon masyarakat yang sangat luar biasa, lalu keindahan alam yang luar biasa membuat betah, walaupun signal untuk menelpon mesti dicari dan keluar pulau hanya sebulah sekali ke kota Tarempa, namun itu menjadi seni dan daya tarik tersendiri.

"Asal bisa beradaptasi tentu semuanya dapat dijalani apalagi dijalani dengan Ikhlas," tukas lulusan Unila itu.

Esti mengakui untuk masalah gaji itu cukup tidak cukup pasti mencukupi, karena pemerintah tentunya sudah menghitung kebutuhan. Intinya adalah ikhlas dalam berkerja dan mengabdi lalu mensyukuri apa yang dicapatkan serta berdoa kepada Allah.

*haluankepri.com/yud
loading...

0 Response to " Guru SM-3T Dapat Beradaptasi di Pulau Terluar "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.