Miris! Tak Banyak Guru yang Mau Mengabdi di Daerah


Indonesia mengalami persoalan serius terkait dengan kurangnya guru. Menurut laporan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pada 2015 lalu, Indonesia masih kekurangan sekitar 520 ribu guru. Jumlah itu akan terus bertambah karena ribuan guru Inpres akan pensiun pada tahun 2018-2023.

Guru Inpres adalah guru yang dikirim berdasarkan Instruksi Presiden pada tahun 1974 sampai 1975 di masa Orde Baru. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Yatim Mustafa yang menyatakan, rata-rata guru yang pensiun pada 2018 kebanyakan adalah guru Inpres yang didatangkan dari daerah lain pada pemerintahan orde baru.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerjunkan guru di pelosok Indonesia atau kawasan Indonesia terdepan, terluar dan tertinggal (3T) melalui Program Sarjana Mendidik (SM-3T). Menurut Mendikbud Muhadjir, program SM-3T diharapkan dapat membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan, terutama kekurangan tenaga guru.


Walaupun sudah ada tindakan untuk mencegah kurangnya guru, bukan berarti Indonesia bisa terbebas dari ancaman kekurangan guru. Selain besarnya jumlah kekurangan guru yang sulit dikejar, tak banyak juga guru yang mau terus mengabdi di daerah.

Banyak guru yang awalnya siap menandatangani kontrak penempatan di seluruh Nusantara, termasuk wilayah-wilayah pedalaman, malah mengurus surat pindah karena tak betah di daerah. "Mereka tidak siap di daerah," kata Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang dilansir dari Antara.

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/58a2bfd7a09a395b6d8b456a/tak-banyak-guru-yang-mau-mengabdi-di-daerah/
loading...

0 Response to " Miris! Tak Banyak Guru yang Mau Mengabdi di Daerah "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.