7 Guru Daerah Terpencil Akan Raih Penghargaan di Hardiknas


JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan memberikan penghargaan kepada tujuh guru dari daerah terluar dan terpencil di Indonesia pada Hari Pendidikan Nasional.

"Ini adalah bentuk apresiasi kepada guru-guru yang telah mengajar dengan ikhlas meski harus menempuh banyak rintangan," kata Direktur Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Triana Wulandari, di Kemdikbud pada Jumat, Jakarta (28/4/2017).

Ketujuh guru tersebut dipilih dari Sabang sampai Merauke, antara lain Subehan dari Batang Alai Timur, Abdul Hamid dari Rote Ndao, Ismail dari Pulo Aceh, Domini Lajawara dari Pulau Talibu, Yumrotul Musyaropah dari Batang dan Dayang Suriani dari Balikpapan.

Dia mengatakan, guru yang mendapat apresiasi ini tidak melulu dilihat dari preatasinya tetapi lebih kepada dedikasi untuk mendidik anak bangsa.

Contohnya Yumrotul Musyaropah dari Batang, untuk mengajar dia harus melewati jurang dan menyebrang sungai.

"Mereka yang terpilih adalah orang-orang asli dari daerahnya sendiri, dan sudah bertahun-tahun mengabdikan diri mereka untuk mengajar," kata dia.

Satu-satunya guru bukan asli dari daerah tempat mengajar adalah Abdul Hamid yang menjadi guru di Rote Ndao.

"Abdul Hamid asli Malang, tetapi dia memang sungguh-sungguh ingin mengabdikan dirinya untuk mengajar anak-anak di pulau paling ujung selatan Indonesia," kata dia.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, guru adalah pusat dari kegiatan ajar mengajar, namun sayangnya pandangan umum tentang guru hanya sebatas di kelas. Padahal guru mempunyai pengaruh besar untuk membimbing dan membina murid-muridnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/04/28/65/1678739/7-guru-daerah-terpencil-akan-raih-penghargaan-di-hardiknas

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Pak Pandani | Belajar dan Berbagi. Jika ada pertanyaan, saran, dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini....

Salam Pak Pandani

Lebih baru Lebih lama