loading...

Bengkulu Tahun Ini Hanya Dapat Kuota Tiga Orang Guru Garis Depan (GGD)

loading...
Loading...

BENGKULU – Sedikitnya 692 pelajar SMA di Provinsi Bengkulu terdaftar ikut bersaing dalam seleksi masuk sekolah kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2017 ini. Rinciannya sebanyak 250 siswa baru mendaftar, serta satu pendaftar siap diverifikasi, serta yang melakukan perbaikan sebanyak 67 orang. Selain itu yang sudah dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 368 orang dan tidak memenuhi syarat 28 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKD Provinsi Bengkulu Drs. Ari Narsa JS mengatakan bahwa saat ini jumlah pendaftar untuk sekolah kedinasan di IPDN sebanyak 48.657 orang. Rinciannya yang baru masuk dari 34 provinsi di Indonesia sebanyak 16.314 orang dan siap verifikasi 61 orang, lalu perbaikan 3.836 orang. Sedangkan yang sudah memenuhi syarat 23.326 orang dan tidak memenuhi syarat 2.962

“Sekarang dari 692 pelamar dari Bengkulu sudah ada 28 yang tidak memenuhi syarat. Sesuai jadwal pendaftaran sudah ditutup pada 31 Maret lalu,’’ ujar Ari kepada RB kemarin.

Menurut Ari, tidak hanya IPDN yang menerima sekolah kedinasan, tetapi juga tujuh kementerian dan lembaga lainnya juga menerima. Kuotanya juga bervariasi yakni Kementerian Keuangan (PKN STAN) dengan kuota 4.920 orang, Kementerian Perhubungan (STTD) dengan kuota 165 orang, Kemenkumham (Poltekip dan Poltekim) sebanyak 500 orang, BIN/STIN sebanyak 124 orang, Badan Pusat Statistik/STIS sebanyak 600 orang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika/STMKG dengan kuota 250 orang, dan Lembaga Sandi Negara/STSN dengan kuota 100 orang. Sehingga total penerimaan untuk tahun ini 10.389 orang. ‘’Khusus IPDN menerima hanya sebanyak 1.689 orang,’’ terangnya

Diakui Ari, bagi siswa yang lulus akan dibiayai pemerintah dan setelah lulus nantinya tidak akan lagi perlu ikut tes CPNS. Mereka akan diprioritaskan untuk diangkat langsung menjadi PNS. Sehingga tahun 2017 ini pemerintah pusat belum mencabut moratorium penerimaan CPNS jalur umum. Melainkan selain menerima sekolah kedinasan, hanya mengangkat tenaga kesehatan PTT dan penyuluh pertanian serta guru garis depan (GGD).

‘’Untuk guru garis depan, Bengkulu tahun ini hanya dapat kuota tiga orang. Sedangkan untuk tenaga kesehatan itu sudah dilakukan proses pemberkasan bagi yang lulus. Sedangkan yang usianya di atas 35 tahun mereka akan diangkat menjadi tenaga pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja (P3K),’’ ujarnya.

Dikatakan Ari, untuk jumlah pelamar sekolah kedinasan untuk delapan lembaga dan kementerian tahun 2017 ini sebanyak 284.697 pelamar. Sedangkan kuotanya sebanyak 10.389 orang. Pelamar tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 223.228 orang atau kenaikan 61.469 orang. Seperti pendaftar pada Politeknik Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) yakni sebanyak 166.315. Padahal kuota yang tersedia sebanyak 6.961. Posisi terbanyak kedua adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan jumlah pelamar 48.657 pendaftar. Disusul Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dengan pendaftar sebanyak 24.226.

Jumlah pendaftar pada Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) sebanyak 13.707 pelamar. Sementara pada Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) sebanyak 11.154 pelamar. Pelamar pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) sebanyak 9.377, kemudian Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) dengan pendaftar sebanyak 8.441, dan pelamar pada Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) sebanyak 2.280.

‘’Jadi mereka yang sudah lulus administrasi nantinya siapsiap untuk ikut seleksi kompetensi dasar menggunakan sistem omputer assested test (CAT). Untuk seleksi sekolah kedinasan ini murni tanpa ada sogok menyogok. Jadi bagi yang lulus nantinya benar-benar berdasarkan hasil nilai seleksi,’’ demikian Ari.

Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2017/04/06/692-pelajar-bengkulu-ikut-seleksi-ipdn/
loading...
Loading...

0 Response to " Bengkulu Tahun Ini Hanya Dapat Kuota Tiga Orang Guru Garis Depan (GGD) "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.