loading...

UNBK Hanya Jadi Alat Pemetaan

loading...
Loading...

Siswa tidak boleh menyepelekan ujian sekolah (US) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Sebab, dua nilai tersebut ikut memengaruhi kelulusan. Meski begitu, standar nilai kelulusan akan berbeda antarsekolah.

Kepala SMPN 3 Sidoarjo Muflich Hasyim menyatakan, kriteria kelulusan dibuat sendiri oleh masing-masing sekolah. Jadi, setiap sekolah akan berbeda dalam mematok nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). SMPN 3 mematok KKM begitu tinggi sebagai syarat kelulusan. Yakni, masing-masing mapel US maupun USBN minimal harus 80. ”Kalau di bawah 80 nilainya, tidak lulus,” katanya.

KKM yang dibuat sekolah disesuaikan dengan kapasitas murid dan sarana pendukungnya. Standar nilai minimal di SMPN 3 Sidoarjo adalah di atas 80. Tidak hanya harus lulus US dan USBN, nilai sikap juga harus baik. Selain itu, siswa harus memiliki nilai semester I hingga V serta nilai praktik yang baik. ”Yang menentukan penilaian itu semua adalah guru,” ujar Muflich Selasa (18/4).

Syarat kelulusan tahun ini, lanjut dia, memang sedikit berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu, sekolah hanya melaksanakan dua jenis ujian. Yakni, US dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Soal US dibuat langsung oleh sekolah. Soal ujian nasional dibuat langsung oleh pusat. ”Tahun ini siswa menjalani tiga jenis ujian,” katanya.

Muflich menambahkan, mata pelajaran yang diujikan pada saat US tahun lalu di luar empat mata pelajaran (mapel) ujian nasional. Tahun ini, US juga mencakup mapel dalam ujian nasional dan praktik. Sementara itu, mapel yang diujikan dalam USBN adalah pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan kewarganegaraan, dan ilmu pengetahuan sosial (IPS).

”Kalau soal US, yang bikin guru sekolah. Kalau soal USBN, gabungan dari pusat, provinsi atau kabupaten,” ungkapnya.

Nah, untuk kriteria kelulusan sekolah minimal, siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap yang ditentukan oleh guru, serta lulus US dan USBN. ”Kalau sudah memenuhi itu semua, baru bisa dinyatakan lulus,” ujarnya.

Meski kelulusan siswa diserahkan ke sekolah, lanjut dia, pemerintah pusat tetap memberikan andil dalam pelaksanaan USBN. Sebab, dalam USBN, 20 persen soal dibuat oleh pusat. Sisanya dibuat oleh provinsi/kabupaten. ”Jadi, ujian sekolah ini tetap berstandar nasional,” katanya.

Menurut dia, saat ini nilai ujian nasional (unas) tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Hal itu membuat siswa semakin tenang. Sebelumnya, pemerintah pusat menetapkan nilai standar kelulusan unas minimal 5,5. Jika nilai unas di bawah 5,5, siswa dianggap tidak lulus.

”Sekarang tidak begitu. Ada banyak pertimbangan kelulusan dari sekolah tanpa menggunakan nilai unas,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Mustain Baladan menyatakan, nilai UNBK tahun ini tidak menjadi penentu kelulusan. Kriteria kelulusan diserahkan ke sekolah masing-masing. ”UNBK hanya sebagai pemetaan. Kelulusan siswa yang menentukan sekolah sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaksanaan USBN hari kedua dengan mapel pendidikan kewarganegaraan (PKn) berlangsung lancar. Baik USBN dengan computer based test (CBT) maupun berbasis kertas dan pensil. Jenis soal yang dikerjakan sama dengan mapel sebelumnya. Yakni, 40 butir pilihan ganda dan 5 butir soal uraian. ”Di SMPN 3 Sidoarjo, semua lancar. Kebetulan, kami sudah menggunakan CBT 100 persen,” kata Muflich.

Pelaksanaan USBN hanya digelar tiga hari, yakni 17–19 April. Hari ini adalah pelaksanaan USBN terakhir. Setelah itu, seluruh siswa kelas XII tinggal mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2–8 Mei.

Sebagaimana diberitakan, total ada 31.048 siswa di Kota Delta yang mengikuti USBN. Perinciannya, SMP 25.596 siswa, madrasah tsanawiyah (MTs) 5.429 siswa, dan SMP terbuka 23 siswa. Total ada 226 lembaga lembaga penyelenggara. Sebagian pelaksanaan USBN di Sidoarjo sudah menggunakan CBT. Total ada 38 sekolah atau 23 persen dari total SMP yang melaksanakan USBN dengan CBT. Sisanya masih berbasis kertas dan pensil. 

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2017/04/20/124637/20-persen-soal-usbn-disumbang-pusat-unbk-hanya-jadi-alat-pemetaan
loading...
Loading...

0 Response to " UNBK Hanya Jadi Alat Pemetaan "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.