Guru SM-3T Datang, Anak-Anak Asmat Kembali Diwajibkan Sekoah

Asmat - Dengan adanya program Sarjana Mengajar di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (SM-3T), anak-anak di Kabupaten Asmat yang sedang mengenyam pendidikan, baik di bangku SD, SMP, maupun SMA dan SMK diwajibkan sekolah. Karena dipastikan kegiatan belajar-mengajar akan berjalan normal kembali.

“Saya minta sekaligus ingatkan kepada orang tua agar mendorong anak-anak untuk kembali masuk sekolah, karena guru sudah mulai banyak dan disebar di kampung-kampung melalui program SM-3T,” kata Bupati Asmat, Elysa Kambu melalui rilisnya yang diterima Jubi di Merauke, Selasa (20/9/201).

Bupati Kambu kembali menegaskan, sektor pendidikan merupakan salah satu visi-misi kepemimpinannya bersama wakil bupati Thomas Epe Safanto dalam memimpin selama lima tahun ke depan.

Jika pemerintah telah bekerja keras dengan menghadirkan kampung maupun distrik selama ini, sementara pendidikan diabaikan, maka akan sia-sia.

“Kita ingin berubah, karena itu butuh partisipasi serta kerjasama baik dari seluruh masyarakat di Kabupaten Asmat,” pintanya.

Ist. Foto: tabloidjubi
Anak-anak, lanjut Bupati Kambu, wajib hukumnya untuk sekolah. Tidak boleh diajak lagi masuk ke hutan mencari makan atau gaharu. Mereka bukan tulang punggung keluarga. Itu harus dipahami orangtua dengan baik.

“Saya juga meminta kepada para kepala kampung serta kepala distrik agar ikut mengawal pendidikan dengan baik,” ujarnya. 

*tabloidjubi
loading...

0 Response to " Guru SM-3T Datang, Anak-Anak Asmat Kembali Diwajibkan Sekoah "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "Pak Pandani". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.