Loading...

Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

   


Soal Uji Kompetensi Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas X (Penerbit Erlangga) Halaman 397-399:

IV URAIAN

Soal:

2. Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris).

Jawaban:

Festival bau nyale di NTB

Cacing wawo (Lysidice collaris) merupakan cacing yang bereproduksi dengan membentuk epitoke (induvidu reproduktif). Epitoke dapat terbentuk melalui pertunasan atau transformasi langsung. Bentuk tubuh epitoke berbeda dengan etoke (Induvidu non reproduktif). Epitoke berenang ke permukaan air menjelang pagi atau petang hari untuk melepaskan sperma dan telur, peristiwa ini disebut swarming. Swarming terjadi pada masa-masa tertentu. Swarming cacing palolo (Eunice viridis) dari kepulauan Samoa., maluku, dan nusa Tenggara terjadi di bulan november, seminggu setelah bulan purnama. Di pulau Lombok dikenal istilah :bau nyale" (Menangkap cacing laut) yang dilakukan pada bulan februari dan maret. Menjelang fajar, epitoke mengalami dehiscence, sehingga telur bertebaran di air dan segera dibuahi sperma.

*Baca buku halaman 338

   
   
Loading...
loading...
   

0 Response to " Jelaskan hubungan peristiwa "bau nyale" yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan cara bereproduksi cacing wawo (Lysidice collaris). "

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Pak Pandani | Belajar dan Berbagi. Jika ada pertanyaan, saran, dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini....

Salam Pak Pandani