Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).

1. Ciri-ciri Protozoa
  • Ukuran tubuh mulai dari 10 mikron-6 mm
  • Bentuk protozoa bervariasi yaitu asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral
  • Bergerak dengan flagel, pseudopodia, silia atau dengan gerakan sel itu sendiri
  • Cara hidupnya bebas, komensalisme, mutualisme, parasit
  • Cara mendapatkan makanan dibedakan menjadi : holozoik, saprofit, saprozoik, holozoik
  • Habitatnya di tempat-tempat berair, seperti di selokan, sawah, parit, sungai, dll.
2. Klasifikasi Protista Mirip Hewan

Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 filum yaitu:

a. Flagellata atau Mastigophora (Yunani, mastix: cambuk, poros: membawa)

- Umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan manusia.
- mempunyai bentuk yang tetap
- Berkembangbiak dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi
- Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
- Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia


Contohnya:
  • Tripanosoma levisi parasit pada darah tikus
  • Tripanosoma cruci penyebab penyakit cagas (anemia anak)
  • Tripanosoma evansi sakit surrah, vector lalat tabanidae
  • Tripanosoma brucei penyakit nagano pada ternak
  • Tripanosoma gabiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
  • Tripanosoma rhodosiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
  • Tripanosoma vaginalis keputihan pada vagina
  • Leishmania donovani kalaazar
  • Leishmania tropika penyakit kulit

b. Ciliata/Ciliophora/Infusuria

Merupakan filum terbesar dari protozoa.
  • Ciliata adalah hewan yang berbulu getar yang berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan
  • Habitat banyak di tempat berair
  • Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan oval.
Contohnya:
  • Paramecium caudatum, disebut hewan sandal, habitat di tempat berair, sawah, rawa, mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain, mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair, berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi
  • Nyctoterus ovalis (hidup diusus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp
  • Stylonichia, banyak ditemukan pada permukaan daun terendam air, bentuknya seperti siput
  • Balantidium coli (habitat di kolon manusia)
  • Stentor (bentuk seperti terompet, sesil, habitat di sawah-sawah)
  • Vorticella (bentuk seperti lonceng, sesil)
  • Didium (mangsa dari Paramecium sp)

c. Rhizopoda/Sarcodina
  • Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia)
  • Hidup bebas di dalam air laut dan tawar
  • Berkembangbiak dengan cara membelah biner

Contohnya:
  • Amoeba sp, bentuk selalu berubah-ubah, habitat di air tawar, inti sel berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dalam sel, mempunyai vakuola makanan dan vakuola kontraktil, reproduksi dengan pembelahan biner
  • Entamoeba histolytica Di dalam usus halus manusia, penyebab disentri amoeba
  • Entamoeba coli Di dalam usus besar manusia, penyebab diare
  • Entamoeba gingivalis Di dalam rongga gigi, merusak gigi dan gusi
  • Arcella sp Memiliki kerangka luar, terdapat di air tawar
  • Difflugia Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel
  • Foraminifera Kerangka luar dari kapur
  • Radiolaria Kerangka luar dari kersik

d. Sporozoa (spora: benih, zoon : binatang)
  • Sporozoa adalah hewan berspora
  • tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya.
  • Hampir semua spesies ini bersifat parasit
  • Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk).

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Pak Pandani | Belajar dan Berbagi. Jika ada pertanyaan, saran, dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini....

Salam Pak Pandani

Lebih baru Lebih lama