Sejak Dibangun Tahun 2008 Silam, Sekolah Ini Tanpa Meja dan Kursi

Potret pendidikan sekolah terpencil.

Dinas Pendidikan Dogiyai diminta segera memperbaiki Sekolah Dasar Negeri Bogiyateugi di Distrik Kamuu Selatan, Papua. Sejak sekolah itu dibangun pada tahun 2008, belum pernah sekalipun mendapat perbaikan fisik dan hanya bertahan dengan tiga ruang kelas tanpa meja dan kursi untuk menampung 98 pelajar.

Kepala SDN Bogiyateugi, Eneas Anou, mengatakan belasan tahun ini sejak sekolah itu dibangun pihaknya sama sekali belum pernah mendapat perhatian berupa perbaikan bangunan sekolah. Fasilitas penunjang belajar siswa pun tak terpenuhi.

"Ruang kelas tidak ada atap (loteng), tidak ada meja-kursi, tidak ada pintu juga jadi kalau mau tutup pintu kita pakai papan. Di teras depan kelas belajar juga tidak ada papan jadi lubang-lubang dan papan-papan itu sudah mulai lapuk," kata Eneas menggambarkan kondisi sekolah panggung itu kepada Jubi, di Moanemani, Selasa, 27 September 2016.

Eneas mengatakan masalah lain di sekolahnya adalah kurangnya pengajar. Lanjutnya, kondisi tersebut mempengaruhi proses belajar-mengajar puluhan pelajarnya. "Gedung sekolah yang ada saat ini hanya tiga ruangan kelas. Tidak ada sama sekali fasilitas dan sarana pendukung. Sedangkan guru yang ada saat ini hanya lima orang, satu guru PNS sedangkan empat lainnya guru honorer, mengajar kelas 1-6 yaitu ada 98 siswa," jelasnya.

Eneas Anou meminta pemerintah daerah segera merealisasikan permintaan pihaknya guna mendorong perbaikan mutu pendidikan di distrik tersebut. Ia mengatakan, selain perbaikan kondisi fisik sekolah, pemda diminta melengkapi fasilitas pendukung belajar para pelajar seperti kursi dan meja. Serta, membangun rumah bagi para guru di sekitar lokasi sekolah.

"Saya berharap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Dogiyai segera turun lapangan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan gedung sekolah yang sangat memperhatinkan ini,” pinta Eneas. Ia berharap nurani pemerintah tersentuh setelah melihat langsung dan merealisasikan permintaan mereka.

Ilustrasi.
"Kami harap pemerintah prioritaskan permintaan ini dan bisa realisasi (anggaran) dalam tahun ini, atau pun tahun depan," katanya. Ia mengatakan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan meski kadang terhambat.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Distrik Kamuu Selatan, Dogiyai, Melianus Woge, yang juga pemuda asli distrik itu membenarkan pernyataan kepala SDN Bogiteugi, yang dihubungi terpisah. Ia menuturkan sekolah tersebut minim perhatian pemerintah.

"Selama ini pemda tidak pernah melihat pembangunan yang ada di daerah terpencil seperti sekolah di distrik Kamuu Selatan," ucap pria yang baru lima bulan menjabat ketua KNPI di Kamuu Selatan tersebut.

*Jubi/tempo

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Pak Pandani | Belajar dan Berbagi. Jika ada pertanyaan, saran, dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini....

Salam Pak Pandani

Lebih baru Lebih lama