Guru "Gr" Siap Kembali Mengajar Di 3T

Belmawa - Hadir pada wisuda lulusan Program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (Program PPG SM-3T) dan Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi PPGT) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang berjumlah 298 orang pada Rabu, 17 Februari 2016, Dirjen. Belmawa Kemristekdikti, Intan Ahmad menaruh perhatian yang mendalam pada program tersebut. Intan Ahmad mengemukakan bahwa pendidikan menjadi pilar utama untuk membangun masyarakat yang cerdas dan sejahtera. Dunia yang semakin kompetitif dan proyeksi bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 dimana angkatan kerja/produktif lebih besar dari penduduk usia tua, Indonesia memerlukan pendidikan yang baik bagi warganya. Guru profesional menjadi garda terdepan bagi pendidikan yang bermutu. Di Finlandia, yang mengikuti pendidikan guru adalah mereka yang menempati ranking 1 s.d. 10 ketika di SLTA-nya merupakan bibit unggul untuk menjadi guru profesional.

Indonesia negara luas dengan 17 ribu pulau lebih, dengan penduduk yang tersebar di ribuan pulau tersebut tentu membutuhkan guru-guru yang handal. Diperkirakan Indonesia membutuhkan guru setiap tahunnya sebanyak 40 s.d. 50 ribu guru.Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) memiliki tugas dan tantangan yang berat untuk menyiapkan pendidikan profesi guru dengan beragam latarbelakang mahasiswanya.Jumlah lulusan PPG di seluruh Indonesiadari 16 LPTK penyelenggara PPG SM3T dan PPGT tahun 2016 sejumlah 2954 orang.Program PPG SM-3T, PPG Terpadu dan PPG Kolaborasi SMK menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi guru-guru profesional yang siap terjun di berbagai daerah tersebut secara bertahap.Lulusan PPG berhak menyandang gelar “Gr”, gelar yang menandakan sebagai guru profesional.

Foto Belmawa Ristekdikti
Beberapa wisudawan mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti SM3T merupakan pengalaman yang menyenangkan dan menantang. Lingkungan baru yang berbeda dengan lingkungan hidup asal peserta membutuhkan kemampuan adaptif yang baik. Untuk hadir di daerah 3Tbukan saja dibutuhkan kemampuan dalam bidang kependidikan, namun kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat setempat. Mereka juga menyampaikan mereka siap ke tempat semula setelah lulus PPG dan menjadi PNS. Hasil kuesioner bagi perwakilan para wisudawan menunjukkan bahwa mereka merasa puas mengikuti PPG. Program, pembelajaran, dosen, mahasiswa, pengelola, fasilitas, dll. merupakan hal yang menyenangkan dan sangat bermakna bagi mereka pada saat PPG. Hal yang sangat menarik bahwa Ujian Tulis Nasional (UTN) menjadi tantangan tersendiri karena cukup menguras pikiran dan energi dalam persiapan menghadapinya.

Intan Ahmad juga membuka acara Pelatihan Dosen Kependidikan UNM yang diselenggarakan melalui kerjasama Kemenristekdikti dan US AID PRIORITAS.Kegiatan ini merupakan bagian dari program revitalisasi LPTK dan bagian integral dari PPG. Program bertujuan untuk mengembangkan kapasitas para dosen sehingga akan lebih mampu meningkatkan mutu pembelajaran bagi mahasiswa kependidikan. Selanjutnya, Manajer US AID PRIORITAS, Ajar Budi Kuncoro menyampaikan bahwa program menitikberatkan pada bagaimana menyajikan pembelajaran yang mendorong mahasiswa berperan aktif dalam belajar atau Student Centered Learning (SCL), sehingga proses pembelajaran lebih bermakna bagi mereka.Melalui model pembelajaran seperti ini diharapkan para mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran secara optimal. Di samping itu, model ini dapat mereka terapkan ketika mereka terjun di dunia nyata dalam mendidik para siswanya. Mereka sudah terbiasa dengan penerapan SCL dalam kegiatan belajar mengajar.

(HS/Editor/Mega-abds)

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di Blog Pak Pandani | Belajar dan Berbagi. Jika ada pertanyaan, saran, dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini....

Salam Pak Pandani

Lebih baru Lebih lama